GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

Tuhan Pertolonganku

Terpublikasi Wed, 21 Jan 2026   

oleh:

Mazmur 40:7-18; Yesaya 48:12-21; Matius 9:14-17

Selamat hari Rabu.

Atas pergumulan dan penderitaan rakyat, Tuhan berfirman; Yesaya 48:12-13 (TB)  "Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!
Tangan-Ku juga meletakkan dasar bumi, dan tangan kanan-Ku membentangkan langit. Ketika Aku menyebut namanya, semuanya bermunculan. Tuhan mengutus hamba-Nya untuk menyatakan kebenaran dan keadilan, menolong umat-Nya (Yes. 48:14-21); Dialah yang menyelamatkan dari Babel dan dari orang Kasdim. Dalam percaya, umat berkata; Mazmur 40:17 (TB)  (40-18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat! 

Pengharapan kepada Tuhan karena Tuhan itu dapat dipercaya. Pertolongannya dari dulu, sekarang dan selamanya. Ketika Tuhan Yesus ditegur tentang tradisi berpuasa (secara Yahudi), Tuhan Yesus menyatakan sebagai umat perjanjian baru, mereka mempunyai tradisi yang berbeda; Matius 9:15-17 (TB)  Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Kala para murid bersama dengan Tuhan Yesus, mereka tidak berpuasa, namun nanti ketika Tuhan, sang penolong tidak bersama mereka, puasa dilakukan sebagai sebuah ketekunan menantikan Dia.
Jadi, Tuhanlah penolongmu dalam susah, sedih, penderitaan, pergumulan.

Doa :
Aku mau melayani karena mengucap syukur.