GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

Persekutuan yang Menguatkan dan Meneguhkan

Terpublikasi Tue, 15 Sep 2026   

oleh:

Mazmur 133; Kejadian 49:29-50:14; Roma 14:13-15:2

Selamat hari Selasa.

Setiap orang ada umurnya, itulah yang dialami oleh Yakub.
Setelah berpesan kepada anak-anaknya, Yakub mati, dan ia minta untuk dikuburkan bersama nenek moyangnya di gua Makhpela (Kej. 49:29-33), dan atas seizin Firaun, Yusuf dan saudaranya mengadakan suatu perkabungan yang besar untuk menguburkan jenazah ayahnya (Kej. 50:1-14). 
Kehidupan yang harum Yusuf dan keluarga ayahnya di tanah Mesir menjadikan Firaun menaruh rasa hormat kepada hormat kepadanya, sehingga memperbolehkan Yusuf melakukan semuanya itu. Hidup yang rukun dan baik di Gosyen, menjadikan mereka menunjukkan hidup yang menjadi kesaksian, seperti yany digambarkan oleh pemazmur; Mazmur 133:1-2 (TB)  Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Wangi yang semerbak kehidupan orang beriman di hadapan Firaun dan rakyatnya. Hidup sebagai sebuah persekutuan memang tak lepas dari perbedaan, dan Paulus mengingatkan supaya mereka hidup rukun. Roma 14:13 (TB)  Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!
Hendaklah mereka saling menghormati satu dengan yang lain, dan tidak menghakimi mereka. Roma 14:17-18 (TB)  Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

Inilah alasan mengapa sebuah persekutuan tidak boleh saling menghakimi. Karena diingatkan; Roma 15:1-2 (TB)  Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 

Jadi, mari menjadi anggota persekutuan yang saling menguatkan, dan meneguhkan.

Doa:
Gereja yang memahami lingkungannya dan menjadi terang.