Mazmur 43; Maleakhi 1:6-2:9; Matius 23:13-28
Selamat hari Sabtu.
Tugas imam adalah mempersembahkan korban kepada Tuhan; membawa korban dari umat kepada Tuhan. Namun sayangnya di masa Maleakhi ini tak terjadi dengan benar. Mereka menambahkan binatang-binatang yang tidak layak untuk dipersembahkan kepada Tuhan (Mal. 1:6-2:4). Karena itu para imam diingatkan; Maleakhi 2:4-7 (TB) Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam. Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya pada pihak lain ketakutan dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.
Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan. Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam. Imam memegang peranan penting hubungan Tuhan dan umat. Jika para imam bertindak benar, maka perintah Tuhan sampai kepada umat dengan benar, dan persembahan umat sampai kepada Tuhan dengan baik, dan umat datang dengan sukacita. Mazmur 43:2-4 (TB) Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
Tuhan Yesus memperingatkan ahli Taurat dan orang Farisi; pemimpin agama orang Yahudi supaya bertindak dan berlaku benar (Mat. 23:13-27). Nasehat itu bersumber kepada; Matius 23:28 (TB) Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
Tuhan Yesus mengingatkan supaya hidup benar dilakukan oleh setiap orang beriman, apapun jabatan dan kedudukannya.
Setiap orang berpusat kepada Tuhan, bukan pada dirinya sendiri.
Doa:
Keluarga yang saling mendukung dalam suka dan duka.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
