GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

Kehadiran Tuhan

Terpublikasi Wed, 11 Feb 2026   

oleh:

Mazmur 78:17-20, 52-55; 1 Raja-raja 19:9-18; Roma 11:1-6

Selamat hari Selasa.
Kapan Tuhan hadir? Banyak orang mempertanyakan hal itu. Tuhan itu selalu hadir dalam setiap bagian kehidupan. Dia ada di kala suka dan duka.
Dia juga hadir kala Elia di gunung Horeb, ketika ia melarikan diri dari Izebel. Tuhan menyatakan kehadiran-Nya dalam hal yang tak terduga bagi Elia, lalu Tuhan memerintahkan Elia untuk melakukan tugas pengutusannya. 1 Raja-raja 19:12-18 (TB)  Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." 

Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau. Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa. Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."Tuhan hadir dalam setiap langkah hidup umat-Nya, dan memberikan pernyataan; umat tak dibiarkan sendiri, sama seperti pernyataan Tuhan kepada Elia. Roma 11:1-4 (TB)  Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah: "Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal." Tuhan hadir dalam diri setiap umat-Nya. Dia menjadi pokok selamat dalam hidup mereka. Kepada setiap orang beriman diingatkan: semua itu oleh karena anugerah (kasih karunia) Tuhan. Roma 11:5-6 (TB)  Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

Tidakkah setiap orang beriman memelihara anugerah-Nya dalam hidup?

Doa:
Gereja yang memahami lingkungannya dan menjadi terang.