Mazmur 145:8-9, 14-21; Amsal 10:1-5; Filipi 4:10-15
Selamat hari Kamis.
Tuhan itu tidak sama dengan ilah lain. Jika ilah lain sikapnya tergantung sikap umat, tidak demikian Tuhan. Pemazmur mengatakan; Mazmur 145:8-9 (TB) TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Kasih-Nya tak berkesudahan, Dia tidak marah karena korban yang diberikan kepada-Nya kurang. Dia baik; pengasih dan penyayang (Mzm. 145:14-21). Karena itu penulis kitab Amsal mengatakan; Amsal 10:3-5 (TB) TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya. Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu. Tentu Tuhan yang mahakasih tidak membiarkan kejahatan manusia. Dia mengharapkan orang melakukan kebenaran dalam hidupnya. Surat Paulus kepada jemaat di Filipi merupakan ucapan syukur Paulus karena anggota jemaat Filipi ikut serta dalam pekerjaan pekabaran Injil sehingga mencukupkan kebutuhan Paulus dan rombongannya. Filipi 4:10-11 (TB) Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Dengan begitu Paulus dan rombongannya juga mencukupkan diri dengan apa yang ada padanya karena mereka bergantung kepada Tuhan. Filipi 4:13 (TB) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Setiap pelayanan percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan.
Doa:
Kaum muda yang mempersiapkan diri sebagai pemimpin sejak dini.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
