GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me
GKI Klasis Yogyakarta

GKI Gejayan

Sejarah singkat

GKI Gejayan pada awal pembentukannya merupakan bagian dari persekutuan wilayah GKI Ngupasan yang meliputi daerah Yogyakarta bagian Utara-Timur.  Kemudian, sekitar tahun 1990-an mulai dirintis rencana pembangunan gedung gereja di daerah Gejayan.

Perayaan Natal pertama kalinya terlaksana pada tanggal 16 Desember 1992 di gedung gereja yang baru, dan pada kebaktian perdana tanggal 13 Januari 1993 gedung ini dijadikan Pos PI Gejayan yang diawali dengan kehadiran sekitar 80 – 90 anggota jemaat.

Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota jemaat dan pengunjung (jemaat tamu dan simpatisan), maka kebaktian yang semula hanya sekali pada hari Minggu pagi, mulai bulan Mei 1994 ditingkatkan menjadi dua kali, yaitu pagi dan sore, dan pada bulan Januari 1996 menjadi tiga kali kebaktian (pagi dua kali, ditambah sore satu kali).

Status kelembagaan Pos PI Gejayan kemudian ditingkatkan menjadi Bajem Gejayan pada tanggal 3 November 1996 seiring dengan perkembangan jumlah jemaat dan peningkatan kegiatan gerejawi yang diselenggarakan.  Selain itu, Bajem Gejayan juga mengelola Pos PI Cik Di Tiro dengan sekali kebaktian di Minggu pagi.

Kemandirian Bajem Gejayan secara organisasi kelembagaan terwujud melalui proses pendewasaan pada tanggal 3 Maret 2000 yang merupakan momen berdirinya GKI Gejayan, dengan jumlah anggota 206 anggota sidi.  Pada tanggal 22 Mei 2001 secara resmi GKI Gejayan memiliki seorang gembala jemaat, yaitu melalui pentahbisan pendeta atas diri Pnt. Paulus Lie, yang melayani hingga saat ini.

GKI Gejayan mengalami pertumbuhan dan pertambahan anggota jemaat yang begitu pesat, sehingga diperlukan tambahan personalia untuk memperkuat pertumbuhan jemaat GKI Gejayan. Oleh sebab itu, pada tahun 2004, hadirlah Sdr. Hadyan Tanwikara, yang bermula dari mahasiswa stage STTB Bandung, dan kemudian dilanjutkan dengan bantuan pelayanan sambil beliau meneruskan studi di Master of Divinitas UKDW Yogyakarta. Pada pertengahan tahun 2006, Sdri Betty Tjiptosari, S.Psi, M.PS memulai pelayanannya sebagai fulltimer di GKI Gejayan. Sampai penghujung tahun 2006 ini, GKI Gejayan memiliki anggota sebanyak 850 orang, namun yang unik adalah pengunjung kebaktian setiap Minggunya mencapai lebih dari 3.000 orang.

Oleh sebab itulah, di tahun 2006 GKI Gejayan telah memiliki 7 jam kebaktian umum, dengan masing-masing kebaktian memiliki kekhasan suasana ibadah, yaitu:

  • Sabtu pkl. 16.00 WIB Kebaktian Inovatif
  • Minggu pkl. 06.30 WIB dan pkl. 09.00 WIB Kebaktian Umum (biasa)
  • Minggu pkl. 11.00 WIB Kebaktian Ekspresif
  • Minggu pkl. 16.00 WIB dan pkl. 18.30 Kebatian Impresif
  • Minggu pkl. 09.15 Kebaktian Umum di Pos Kebaktian Hotel Quality

GKI Gejayan merupakan salah satu jemaat yang unik, karena 60-70% jemaatnya adalah kaum muda (mahasiswa), dan setiap kali kebaktian selalu dipenuhi oleh para tamu/simpatisan. Jumlah pengunjung ibadah lebih dari 3000 orang, padahal jumlah anggota jemaat hanyalah 850 orang. Juga begitu heterogennya suku dan latar belakang warganya, menjadikan GKI Gejayan makin unik, hampir seluruh suku di Indonesia ada di GKI Gejayan.

Pemberdayaan warga jemaat menjadikan jemaat GKI Gejayan semakin bertumbuh dengan banyaknya tim pelayanan dan komisi, apalagi didukung dengan visi-misinya (sampai tahun 2010) yang sangat jelas, yaitu: “Tubuh Kristus Yang Aktif, Kreatif dan Profesional”. Tambah lengkap lagi dengan sasaran setiap tahun yang sudah tertentu sampai dengan tahun 2010, dengan strategi utamanya: 1 orang 1 pelayanan, dan 1 orang 1 pembinaan.

Pendewasaan
3 Maret 2000
Jadwal ibadah
Inovatif (Sabtu)17:00
Umum (Biasa)06:00, 08:00, 10:30
Ekspresif (Minggu)12:45
Impresif (Minggu)16:00, 18:30
Kontak
Statistik Anggota Jemaat
SidiBaptisan
PriaWanitaPriaWanita
555647203184
Total anggota jemaat 1589
Pendeta Jemaat
  • Pdt. Guratan Pamentasing Pragolaesa
  • Pdt. Paulus Lie Cahya Purnama
  • Pdt. Ratna Indah Widhiastuty
Bakal jemaat
    -