Mazmur 98; Daniel 3:19-30; Wahyu 18:21-24
Selamat hari Selasa.
Keteguhan hati Sadrakh, Mesakh dan Abednego untuk tidak menyembah patung buatan Nebukadnezar menjadikan mereka dihukum dengan dimasukkan ke dalam tungku perapian yang sudah dipanaskan tujuh kali lebih panas (Dan. 3:19-23). Namun karena Tuhan menyelamatkan mereka, Nebukadnezar justru berbalik memuji Tuhan. Daniel 3:28-30 (TB) Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka. Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa mana pun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu. Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel. Ketaatan mereka membuat raja bangsa lain, yang bahkan menguasai mereka memuji dan memuliakan Tuhan, bahkan memberi kedudukan bagi mereka. Atas perbuatan Tuhan yang ajaib dalam hidupnya, pemazmur berkata; Mazmur 98:1 (TB) Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
Tuhan itu mahakuasa. Segala perbuatan tangan-Nya patut dipuji dan dimuliakan. Kekuasaan Tuhan melampaui bangsa lain, juga Babel yang dipuji karena kemegannya pun runtuh oleh kuasa Tuhan. Wahyu 18:21-22 (TB) Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu.
Permasalahan dan pergumulan seringkali menghantam kehidupan keluarga-keluarga Kristen. Banyak yang goyah dan hancur. Ajakan untuk kembali kepada Tuhan, dan tetap setia, seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego adalah hal yang patut didengungkan kepada orang beriman.
Percayalah hanya kepada Tuhan.
Doa:
Peningkatan ketrampilan bagi calon tenaga kerja.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
