Mazmur 23; Yesaya 22:8b-14; Yakobus 4:4-10
Selamat hari Jumat.
Atas keruntuhan dan kehancuran Yerusalem, Tuhan mengajak mereka meratap, namun sayangnya orang malahan bersorak-sorai. Yesaya 22:12-14 (TB) Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung; tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!
Tetapi TUHAN semesta alam menyatakan diri dan berfirman kepadaku: "Sungguh, kesalahanmu ini tidak akan diampuni, sampai kamu mati," firman Tuhan, TUHAN semesta alam. Tuhan murka kepada umat-Nya. Mereka mengalami penderitaan atas kesalahan mereka sendiri, bukannya bertobat, justru mereka berpesta karena tanpa pengharapan. Padahal pemazmur mengingatkan; sekalipun dalam keadaan yang sulit, ada Tuhan. Mazmur 23:4 (TB) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Lembah kekelaman adalah hal yang mengerikan bagi orang Israel. Namun jika berjalan bersama Tuhan, semuanya aman oleh karena Dia dalam hidup umat. Karena itu kepada mereka yang melupakan Tuhan, Yakobus mengingatkan; Yakobus 4:7-10 (TB) Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
Jadilah orang yang rendah hati, dan berharap kepada Tuhan dalam hidup.
Doa:
Pemerintah yang menjamin kebebasan berpendapat.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
