Mazmur 96:1-9; Ulangan 17:14-20; 1 Petrus 5:1-5
Selamat hari Jumat.
Raja bagi banyak bangsa adalah ia yang memegang kekuasaan tertinggi, dan ia dianggap sangat berkuasa dalam kerajaan itu? Bagaimana dengan hidup orang beriman? Bagaimana di tengah keluarga?
Dalam hidup orang beriman, Tuhanlah yang utama. Karena itu Musa mengingatkan; Ulangan 17:14-15 (TB) "Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku, maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu. Raja mestilah tunduk kepada Tuhan, juga setiap orang beriman dalam hidup, karena kepala sebuah rumah tangga adalah Tuhan. Sama seperti raja yang diberi nasehat supaya menjaga diri supaya tidak jatuh kepada hal yang duniawi (Ul. 17:16-17), demikian juga keluarga, hendaklah berpusat kepada firman Tuhan. Ulangan 17:18-20 (TB) Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.
Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya, supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lamaia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel. Supaya dalam rumah itu Tuhan dipuji dan dimuliakan. Mazmur 96:1-6 (TB) Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya. Tuhan hendaklah menjadi "tamu yang tetap", bahkan yang memecah roti dan menuang cawan perjamuan makan bagi keluarga. Karena itu setiap anggota keluarga diingatkan supaya bertindak adil dan benar, seperti nasehat kepada penatua (1 Petrus 5:1-3). Menggembalakan dengan sukarela, tidak mencari keuntungan dan menjadi teladan dalam saling menggembalakan satu dengan yang lain, dan rendah hati (1 Pet. 5:5). Karena; 1 Petrus 5:4 (TB) Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Jadilah orang-orang beriman yang selalu mempercayakan diri kepada Tuhan dalam hidup.
Doa:
Pemerintah (eksekutif) dari pusat ke daerah yang bersih, dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
