GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

Cinta Tuhan, Cinta Umat

Terpublikasi Tue, 06 Oct 2026   

oleh:

Mazmur 144; Kidung Agung 8:5-14; Yohanes 11:45-57

Selamat hari Rabu.

Kitab Kidung Agung berbicara cintanya Tuhan kepada Israel, mempelai perempuan Tuhan. Kidung Agung 8:5-7 (TB)  Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya?
Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau. Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina. Itulah gambaran cinta Tuhan kepada Israel, umat milik kepunyaan-Nya. Kasih setianya menempel dengan erat, dan kasih-Nya tak terpadamkan.

Demikianlah kasih Tuhan kepada umat-Nya. Karena itu pengharapan pemeliharaan Tuhan kepada umat-Nya dinyatakan pemazmur (Mzm. 144:12-14).

Mazmur 144:15 (TB)  Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!
Tuhan begitu baik kepada umat-Nya. Dia selalu menyatakan kasih-Nya kepada mereka. Kasih Tuhan yang nyata dalam Tuhan Yesus ternyata tidak menjadikan para pemuka agama menyadari kasih Tuhan itu, sekalipun ada diantara orang Israel yang menjadi percaya  (Yoh. 11:45-48). Karena itu mereka bersepakat membunuh Yesus. Yohanes 11:49-52 (TB)  Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa. Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Dan sejak itu mahkamah agama merancangkan pembunuhan Tuhan Yesus (Yoh. 11:53-57). Ini suatu tindakan kasih yang dibalas dengan benci, bahkan rencana membunuh-Nya.

Sebagai umat perjanjian baru, tidakkah kita bersyukur atas cinta Tuhan yang menyelamatkan? Kasihi Tuhan dengan segenap hati kita.

Doa:
Para pelayan di gereja supaya mereka bisa membagi waktu untuk keluarga, pelayanan dan pekerjaan.