Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4b-14; Matius 21:33-46
Selamat hari Minggu Kesembilanbelas Setelah Pentakosta
Kebun anggur, atau kebun anggur milik Allah adalah sebutan bagi Israel. Kebun anggur yang disiapkan dengan baik, namun sayangnya yang dihasilkan buah yang asam. Yesaya 5:5-7 (TB) Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran. Perumpamaan Tuhan Yesus tentang para penggarap kebun anggur menunjukkan prilaku orang Israel yang menolak kehadiran utusan Tuhan (para nabi), bahkan Mesias(Mat. 21:33-40). Matius 21:42-44 (TB) Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.
Kasih Tuhan dibalas dengan penolakan. Karena itu kesadaran pemazmur patut menjadi langkah hidup setiap orang. Mazmur 80:14-15 (TB) (80-15) Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini, (80-16) batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
Kesadaran itu membawa tekad untuk mengutamakan Kristus dalam hidup seperti Paulus berkata; Filipi 3:10-14 (TB) Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Kenallah Kristus dan karya-Nya. Carilah Dia selalu, dan peliharalah iman percaya kepada Tuhan.
Doa:
Jemaat – jemaat di pelosok desa yang membutuhkan peralatan ibadah

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
