Yesaya 50:4-9a; Mazmur 70; Ibrani 12:1-3; Yohanes 13:21-32
Selamat hari Rabu.
Menjadi seorang murid yang membawa kebenaran Tuhan haruslah menerima akibatnya (Yes. 50:5-6), karena dunia pada dasarnya tidak suka dengan kebenaran Tuhan. Yesaya 50:4 (TB) Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan menjadi penolong yang memberikan kekuatan bagi Hamba Tuhan(Yes. 50:7); kepada umat-Nya (Mzm. 70). Tuhan adalah satu-satunya penolong, itulah pengakuan yang paling mendasar dalam hidup orang beriman. Itulah yang diingatkan oleh Tuhan Yesus ketika berkata; Yohanes 13:21-22 (TB) Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Tuhan Yesus ingin mengingatkan Yudas tentang rancangan jahatnya, namun Yudas tidak menggubris peringatan Tuhan Yesus, dan pergi. Yohanes 13:31-32 (TB) Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Yesus mengetahui Yudas akan melaksanakan maksudnya, dan menyatakan, Dia harus disalibkan. Betapa sulitnya hidup bersandar kepada Tuhan bagi orang yang sudah punya maksud hanya untuk dirinya sendiri, sehingga Tuhan menjadi nomer sekian bagi dirinya. Penulis kitab Ibrani memperingatkan siapa kita; Ibrani 12:1-3 (TB) Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Tidakkah kita ingat bahwa kita adalah orang yang ditebus karena ketaatan Tuhan Yesus kepada karya kasih yang dirancangkan sejak semula?
Tidakkah kita hanya bersandar kepada Tuhan?
Doa:
Kesediaanku untuk mempersembahkan diri untuk pelayanan.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
